12 November 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Yamaha Scorpio SX-4 Electrical Diagram

Diagram lagi...

Kali ini punya motor Yamaha Scorpio. File gambar berekstensi jpeg berukuran file 283kb dan berdimensi 1660 x 1192 pixel.

Semoga bermanfaat.

30 October 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Roll Cable Itu Berbahaya

Kebutuhan manusia modern yang kian hari kian bertambah, dan pertumbuhan produk-produk elektronik yang semakin tinggi sebagai alat bantu manusia dalam beraktifitas sehari-hari membuat seakan sesak tiap ruangan di rumah kita. Mulai dari televisi, radio, dvd player, sound system, komputer, kipas angin, ac, kulkas dan perabot dapur yang lainnya sangat mutlak bergantung pada keberadaan dan tersedianya sumber listrik di rumah.

Dari sekian banyak jumlah outlet / stop kontak standard (dinding) yang terpasang di rumah kita, apakah sudah bisa melayani tiap-tiap peralatan elektronik kita? dapat dipastikan tidak. Untuk rumah bertipe 2 kamar tidur, satu ruang tamu dan satu ruang keluarga, paling tidak outlet di dindingnya tidak lebih dari 5 buah. Lalu untuk bisa mencukupi kebutuhan sumber listrik pada alat-alat elektroniknya, menggunakan sambungan outlet atau disebut extention cable atau roll cable (yang dapat digulung) yang dapat mencabang artinya menambah jumlah outlet dari satu outlet dinding yang ada.

Pada kebanyakan rumah (apalagi rumah sewa atau kost), dari setiap outlet dinding yang ada dapat dicabang dan dibagi lagi bisa mencapai 5 atau lebih outlet tambahan melalui roll kabel atau ekstension kabel. Karena kurang pemahaman tentang bahaya listrik atau memang dinilai lebih murah daripada memasang outlet standard yang baru, hal ini menjadi lazim dilakukan.

Sedangkan bahaya yang mengintai perumahan padat penduduk seperti kebanyakan di kota Jakarta, kebakaran rumah disebabkan oleh listrik yang sebagian besar berawal dari pemilihan dan penggunaan peralatan listrik yang tidak benar dan tidak diperhatikan.

Sedikit untuk berbagi pemahaman tentang penggunaan outlet listrik tambahan seperti yang saya sebutkan di atas.
Pertama kita perlu ketahui bahwa kekuatan atau daya hantar dari outlet listrik standard yang ada di dinding, dapat dilihat kalau ada label SNI (Standar Nasional Indonesia) berarti distandarkan sekitar 10-20 Ampere dengan menggunakan kabel berlabel SNI untuk outlet yaitu 3 x 2,5mm2 yang daya hantar maksimal 20 Ampere pula.
Kemudian memilih ekstension kabel yang biasa dipasarkan dengan panjang tidak lebih dari 2 meter sedang roll kabel antara 5 meter sampai 50 meter. Perhatikan kabelnya bagus atau tidak, terlalu kecil atau tidak.

Selanjutnya, biasanya kita memilih kabel ekstension yang banyak lubang untuk outletnya karena kita pikir lebih berguna dan murah. Sesuaikan dengan kebutuhan peralatan anda. Kalau untuk beban-beban berat seperti tv, kulkas, rice cooker sebisa mungkin dipisahkan atau jangan menyatu dalam satu deret ekstension. Yang bisa digabung dalam satu ekstension sebaiknya perngkat seperti tv, dvd player, dan radio.

Satu lagi yang penting, konektor outlet pada ekstension, pastikan plug atau colokan bisa dengan rapat masuk ke outlet dan tidak kendor. Kalau sudah kendor sebaiknya jangan digunakan apalagi diganjal. Sangat BERBAHAYA.

Lalu plug (colokan untuk ke outlet di dinding) perhatikan juga dan pastikan berlabel SNI serta terdapat pin grounding seperti gambar di atas.

Penggunaan roll kabel sebenarnya hanya diperuntukkan bagi peralatan yang penggunaannya jauh dari outlet dinding dan (ini yang penting) penggunaannya tidak dalam waktu yang lama ( contohnya yang tadinya sementara jadi semenTahun). Contoh penggunaannya yang diperbolehkan seperti setrika, blender, vacuum cleaner dan mesin cuci sedang. Satu hal lagi yaitu penggunaan roll kabel yang cukup lama (misal sampai 5 jam atau lebih) dan beban peralatan tersebut lumayan tinggi, sebaiknya kabel yang menggulung diurai semua dari gulungan. Karena kabel yang menghantarkan arus cukup besar, dalam keadaan menggulung menimbulkan panas dan lama-kelamaan isolasi kabel meleleh.

Saran dari saya, untuk Kulkas, dan pompa air dan mungkin pemanas air gunakan outlet dengan pengaman sekring dan switch (saklar) seperti ini.


Satu lagi yang tidak dianjurkan untuk digunakan yaitu sambungan outlet yang bertumpuk biasa disebut T. Sebaiknya jangan digunakan walaupun bermerk terkenal, mahal dan berlabel standard internasional. Alat tersebut rentan rusak, kendor dan panas serta tidak untuk dipergunakan selama yang kita mau.



Baiklah... Pergunakan listrik dan peralatannya secara bijak, sekian dan semoga berguna.
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Honda Tiger Electrical Diagram

Kemarin ada seorang teman menanyakan tentang jalur-jalur kabel lampu motor Honda Tiger. Langsung ganti nanya sama mbah Google... eh ndak terlalu sulit untuk mendapatkan skema diagram kelistrikan motor honda Tiger 2000. Untuk motor honda Tiger yang baru  (revo) mungkin banyak kesamaannya. Kemudian gambar segera dicocokkan dengan jalur kabel di motornya sang teman tadi dan ternyata memang sama.

Agar tersimpan rapi... maka saya post saja di sini.
Bebas bagi pakai untuk yang membutuhkan silakan diambil. Nah, kalau ada kekurangan atau kesalahan tolong disampaikan ya...

19 October 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Sakelar Tukar


Berikut ini coba saya jelaskan mengenai sakelar tukar atau kerap disebut sakelar hotel. Kita sebut saja sakelar tukar. Yaitu sakelar atau pemutus rangkaian atau instalasi lampu dari dua tempat. Contoh yang lebih banyak kita temukan pada instalasi lampu tangga atau koridor yang panjang dengan 2 pintu masing-masing ujungnya.  

Agar lebih jelas begini... Misal ada sebuah koridor atau ruangan yang panjang dengan dua pintu pada tiap ujung ruangan yang kita bisa masuk pintu satu kemudian keluar melalui pintu yang kedua. Pada ruangan seperti ini, instalasi lampu ruangan yang ideal adalah dengan dua sakelar yang diletakkan di dekat kedua pintu, dan pengoperasiannya saat kita masuk dari pintu pertama kita hidupkan lampu dengan sakelar pertama kemudian saat kita hendak keluar melalui pintu kedua, kita matikan lampu dengan mematikan sakelar kedua. Jadi kira-kira seperti itulah yang disebut dengan sakelar tukar.
Sakelar tukar fisiknya seperti sakelar-sakelar dinding biasa. Namun pada sakelar tukar tunggal (satu tuas) terdapat satu tuas dan 3 terminal kabel dengan kondisi seperti gambar di bawah.


Instalasi sakelar tukar ini membutuhkan satu pasang (2 buah) sakelar tukar. Instalasinya ada beberapa versi seperti di bawah ini... Sama semuanya juga bisa beroperasi sesuai  kebutuhan tetapi biasanya perbedaannya hanya panjang kabelnya saja...

Untuk yang ini, perhatikan dengan teliti sambungan kabel pada sakelar dan lampu. Sedikit saja salah atau tertukar, kemungkinan terjadi short sangat besar.



Semoga bermanfaat.

30 September 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Aman bekerja dengan laptop



Pernah kaget saat memasang adaptor laptop anda pada stop kontak? Terdengar ledakan kecil? Terlihat ada bunga api dari stop kontak? Atau malah tiba-tiba listriknya mati? Saya juga.
Kenapa bisa seperti itu? Padahal kan laptop cuma kecil "watt"nya dan cuma pakai battery. Begini... memang benar kalau laptop tidak membutuhkan daya yang besar seperti halnya PC. Tetapi pada setiap adaptor terdiri dari banyak komponen-komponen elektronik yang diantaranya adalah kapasitor yang bersifat menyimpan muatan listrik. Nah setelah adaptor mendapat tegangan yang dibutuhkannya, kapasitor-kapasitor ini akan menyimpan muatan listrik yang jika tidak digunakan (dihubungkan ke laptop), tidak akan lekas habis walaupun plug adaptor sudah dilepas dari stop kontak (outlet). Jika muatan listrik pada kapasitor ini masih ada, kemudian plug adaptor dihubungkan kembali pada stop kontak, hasilnya muatan listrik ketemu sumber listrik dan ...pletakkk! Bunyi ledakan kecil berikut bunga api keluar dari stop kontak. Dan ada pula yang menyebabkan trip (njepret) karena overload pada MCB yang bebannya sudah hampir mencapai kapasitasnya. Lebih bahaya lagi kalau outlet yang digunakan tidak sesuai standard, misal menggunakan roll cable, ekstention cable, atau outlet yang bertumpuk-tumpuk, momen-momen pada saat menancapkan plug adaptor ke stop kontak tersebut menyebabkan panas dan menimbulkan bahaya kebakaran. Mengerikan...

Nah ini ada sedikit tips tetapi tidak ilmiah dan silakan dicoba saja dulu.
Berikut tips aman untuk memasang (plug in) adaptor / charger laptop pada stop kontak (outlet).Pastikan adaptor laptop anda tidak ada muatan listrik sebelum anda menancapkan pada stop kontak. Caranya mudah saja tidak perlu diukur pakai alat ukur dan sebagainya. Cukup connect jack adaptor ke laptop anda tapi jangan dihubungkan ke stop kontak dulu. Kalau lampu led indikasi battery pada laptop anda menyala, berarti adaptor masih ada muatan listrik. Biarkan beberapa saat sampai benar-benar mati (lampu lednya) yang artinya adaptor anda sekarang telah habis muatan listriknya. Nah baru sekarang artinya sama dengan "It's now safe to plug your adaptor to electrical outlet" (kaya shutdown windows kan...). Coba dulu ya...
Setelah tahu cara aman connect adaptor ke outlet, namun terasa agak ribet dan kelamaan, ada tips aman selanjutnya yakni pada saat anda mencabut adaptor dari outlet, biasakan mencabut plug adaptor yang ke outlet (stop kontak) dulu baru kemudian tunggu beberapa saat sampai tidak ada lampu led baik yang di adaptor maupun indikator battery laptop anda yang masih menyala. Tunggu sampai benar-benar mati baru kemudian lepas jack adaptor yang ke laptop dan kemudian "It's now safe to save your laptop" dan nanti pada saat hendak menggunakan dan menghubungkan adaptor ke outlet lagi anda tidak perlu khawatir lupa masih ada setrum atau tidak pada adaptor anda.
Semoga bermanfaat.

15 September 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Yamaha Jupiter MX-135LC Electrical Diagram


Yang sudah lama dicari akhirnya ketemu juga. Buku manual Yamaha Jupiter MX-135LC. Hehe... padahal punya motornya sudah 3 tahunan tapi jarang utak-atik, kemudian saat dapat masalah baru mau belajar . Terimakasih untuk juragan Darshan dan anekacampur-nya yang berkenan sharing link downloadnya meski sudah agak basi tapi bagi yang baru mau belajar seperti saya mungkin petunjuk wajib untuk mengenal seluk beluk dan komponen dari motor Jupiter MX ini.
Lantas yang ingin saya sampaikan hanya yang berhubungan dengan kelistrikan motor ini saja. Mekanisnya browsing blog sebelah ya...
Berikut ini saya bawakan gambar diagram kelistrikan dari motor Jupiter MX-135LC dan juga diagram circuit lightingnya yang bawaan pabrik ini. Langsung saja di klik linknya karena kalau ditampilkan disini terlalu besar dan juga kalau diperkecil gambar jalur kabelnya tidak kelihatan.
MX135cc-wiring diagram
Mudah-mudahan dapat membantu bagi yang sedang mencari dan ingin belajar atau sedang ada masalah dengan kelistrikan motor (Jupiter MX)nya. Nah bagi juragan-juragan yang expert di bidang otomotif mohon petunjuknya dan sharing tentang kelistrikan pada motor Jupiter MX ini.

01 September 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Mahalnya Listrik di Bulan Puasa


Bulan puasa semua kebutuhan pokok terlebih sembako naik, pemakaian pulsa naik, tagihan internet naik. Ada pula yang mengeluh pasti listrik  nanti juga ikut naik. Kenapa?
T: Kenapa tagihan listrik bulan puasa kok lebih mahal ya? Padahal rice cooker saya siang tidak hidup, TV juga jarang karena saya menghindari acara gosip-gosip infotainment, bahkan saya jarang beraktifitas menggunakan listrik di rumah karena saya semangat untuk beribadah jadi saya lebih sering di mushola.
J: Mohon diingat bahwa pemakaian listrik selama bulan puasa tidak turut menurun seperti aktifitas kita. Bahkan dapat dikatakan pemakaian listrik pada Waktu Beban Puncak (WBP) tidak bisa dihindari yaitu antara jam 17:00 sampai jam 22:00 dimana penghitungan PLN, waktu beban puncak lebih mahal dibanding Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) walaupun pada pemakaian rumah tangga tidak diberlakukan pengukuran meternya, akan tetapi pada saat beban puncak biasanya voltage menurun sehingga daya pemakaian menjadi lebih tinggi, putaran piringan kwh juga lebih cepat, angka pemakaian jadi lebih tinggi.
T: Tapi kan cuma sebentar lalu kemudian saya langsung ke mushola lagi sholat isya dan tarawih sampai malam.
J: Ya, namun setelah shalat tarawih ibu-ibu kembali sibuk mempersiapkan makanan sahur, rice cooker kerja kembali.

Pada bulan puasa bulan Ramadhan seperti saat ini, sebenarnya terjadi 2 (dua) kali Waktu Beban Puncak. Yang pertama, terjadi sesuai perhitungan PLN yaitu jam 17:00 sampai dengan jam 22:00. Sehingga PLN menyarankan program penghematan listrik rumah tangga pada jam -jam tersebut. Namun, pada bulan ini hal itu tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena aktifitas padat umat muslim saat itu adalah berbuka puasa. Sehingga mau tidak mau pemakaian listrik tidak terlalu dipermasalahkan. Apalagi kaum ibu yang mempersiapkan menu berbuka dan masakan yang lebih spesial karena bulan ini adalah bulan spesial sehingga perkakas yang pada hari biasa tesimpan rapi di buffet dapur, dikeluarkan semua mulai dari juicer, mixer, puncher, dan kawan-kawannya. Kemudian selagi ibu memasak, yang lain menunggu sambil main PS, nonton tv, adalagi yang buka facebook dan blogwalking yang dibilang ngabuburit. Setelah selesai buka puasa dan shalat maghrib kemudian isya dan tarawih, pekerjaan ibu-ibu belum selesai (seperti pengalaman istri saya :)..) dan masih banyak pekerjaan yang menguras energi listrik di rumah.
Kemudian beban puncak yang ke dua, terjadi antara jam 02:00 sampai dengan jam 05:00 pagi hari. Pada saat persiapan dan pelaksanaan aktifitas makan sahur. Hal ini juga terbukti pada saat saya membuka trafic hits blog ini, saya mendapati tingkat kepadatan pengunjung blog yang tinggi juga terjadi antara jam 01:00 sampai dengan jam 05:00. Rating acara untuk menemani sahur di televisi juga meningkat pada bulan ini. Indikasi ini dapat saya simpulkan terjadi pula kepadatan pemakaian listrik rumah yang tinggi pada jam-jam ini. Beberapa hari yang lalu saya juga mengalami overload di rumah kontrakan yang dihuni 2 keluarga termasuk saya pada saat makan sahur. Pasalnya, kebetulan banyak perkakas yang dihidupkan pada saat itu seperti mesin pompa air, rice cooker 2 unit, kulkas 2 unit, PC, televisi 2 unit dan ditambah lagi tetangga sebelah yang menyetrika baju seragam anak-anaknya pada saat itu.

T: Jadi apa saran agar bisa berhemat pemakaian listrik di rumah saya pada bulan puasa ini?
J: Kurangi pemakaian listriknya.
T: Gimana sih?? Kan tadi katanya sudah tahu kalau pemakaian listrik pada saat beban puncak tidak bisa dihindari.
J: Ya mulai dari hal kecil. Misalkan memasak nasi menggunakan rice cooker atau penanak nasi elektrik sebelum jam 17:00 usahakan sudah masak jadi tinggal menghangatkan (warming) saja pada saat waktu beban puncak. Jadi kan dayanya lebih kecil daripada memasak (cooking).
T:T erus yang lain?
J: Penghematan pemakaian mesin pompa air. Kalau menggunakan bak penampungan air, usahakan sudah penuh atau masih penuh sampai jam 17:00.
T: Terus?
J: Terus terus...! Tunggu komentar pembaca di bawah ini aja...:)

20 August 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Tata Cara Penggunaan Lift

Berikut ini adalah tata cara penggunaan lift yang baik dan benar untuk menghindari kecelakaan dan hal-hal lain yang tidak kita inginkan.

Sebelum masuk ke dalam car lift

  • Berdiri di belakang calon penumpang terdahulu (antri)
  • Tentukan arah, tekan salah satu saja tombol "naik" atau "turun" sesuai yang dikehendaki
  • Mendekat pada lift yang tanda kedatangannya (hall lantern) menyala
  • Bila membawa anak kecil, pegang tangannya
  • Dahulukan orang tua, ibu hamil, dan orang cacat/ dengan kursi roda
  • Apabila lift penuh, tunggu lift berikutnya
  • Dahulukan penumpang yang keluar
  • Gunakan lift barang apabila membawa barang berat dan menyita tempat
  • Hati-hati pada saat melangkah masuk
  • Jangan menekan kedua tombol sekaligus naik dan turun
  • Jangan menekan tombol secara berulang-ulang
  • Jangan menekan tombol menggunakan benda /barang keras/basah
  • Jangan mencoba membuka pintu dengan paksa
  • Jangan memaksa masuk car lift pada saat pintu mulai menutup
  • Jangan mencoba menahan pintu (dengan tangan, kaki, atau mengganjal dengan barang)

Pada saat di dalam car lift


  • Berdiri di bagian belakang car dan menghadap ke pintu.
  • Berpegangan pada hand rail (apabila ada)
  • Pegang erat bila membawa anakkecil atau binatang peliharaan
  • Perhatikan baik-baik lampu indikasi penunjuk lantai
  • Jangan memaksa masuk ke dalam car lift apabila sudah penuh
  • Jangan membuat gaduh/bercanda, bergerak berlebihan di dalam car lift
  • Jangan berusaha membuka pintu saat lift berjalan
  • Jangan sampai ada barang/pakaian yang terjepit pintu
  • Jangan mendorong/menekan pintu saat lift berjalan
  • Jangan bersandar dan membelakangi pintu lift
  • Jangan menggunakan lift pada saat terjadi kebakaran.
  • Jangan merokok di dalam lift
  • Jangan menekan tombol lantai yang tidak perlu atau berulang-ulang
  • Jangan membuang sampah apapun di dalam lift

Semoga bermanfaat. Terimakasih.

19 August 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift

Setelah pada posting sebelumnya saya menguraikan tentang perjalanan dan pengalaman unik menuju tempat acara Pembinaan K3 tanggal 9 sampai dengan 11 Agustus 2009 di Bogor, kali ini akan saya tuliskan beberapa hal dalam garis besar hasil dari Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja bidang Teknisi dan Penyelia Lift yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi provinsi DKI Jakarta.

Keselamatan dan Kesehatan kerja adalah hak setiap tenaga kerja dalam melakukan pekerjaan serta setiap orang lainnya yang berada dalam lingkungan kerja seperti tertuang sepenuhnya dalam Undang-undang No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja yang dapat didownload di sini.

Khusus untuk lingkungan kerja yang berhubungan dengan lift, UU No.1 tahun 1970 dalam hal ini menyebutkan pada Bab II pasal 2 ayat (2) huruf f "dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, baik di daratan, melalui terowongan, di permukaan air, dalam air, maupun di udara;". Kemudian syarat-syarat keselamatan lift pengangkut orang dan barang diatur dalam Permen no.03/Men/1999 yang selengkapnya dapat didownload di sini.

Berikut ini Undang-Undang dan peraturan yang mengatur penyelenggaraan lift:
  • UU No.1 tahun 1970, tentang persyaratan keselamatan kerja
  • PP No.23 tahun 2004, tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi
  • Permen No.03/MEN/1978, tentang penunjukan dan kewenangan Ahli K3
  • SNI-1718-1989, tentang pemeriksaan dan pengujian lift
  • Permen No.03/MEN/1995, tentang syarat-syarat penunjukan Perusahaan jasa K3 (PJK3)
  • Permen No.03/MEN/1998, tentang tata cara pelaporan kecelakaan kerja
  • Permen No.03/MEN/1999, tentang syarat-syarat keselamatan lift pengangkut orang dan barang
  • Permen No.407/BW/1999, tentang persyaratan teknisi lift
  • Permen No.07/MEN/2006, tentang ijin mempekerjakan tenaga kerja Asing (IMTA)

Hal-hal yang perlu diperhatikan keselamatan dan kesehatan dalam lingkungan kerja lift adalah:
  • Perencanaan
Dalam tahap perencanaan, pengawasan dilakukan pada saat penyerahan gambar rencana. lebih ditekankan pada fungsi dan kegunaan lift tersebut sesuai dengan perhitungan traffic analysis yaitu perhitungan jumlah, kapasitas dan kecepatan lift dalam suatu gedung yang disesuaikan dengan jumlah dan populasi pengguna. sedangkan gambar rencana meliputi gambar konstruksi lengkap dengan detailnya, perhitungan konstruksi, spesifikasi dan sertifikasi material (Permen No.03/MEN/1999 Bab III Pasal 24 ayat (2)dan (4)).
  • Pemasangan
Tahap pemasangan, tahap assembling dari semua peralatan yang telah direncanakan dan diproduksi sesuai gambar rencana. Yang perlu diperhatikan dalam tahapan ini adalah:
  • Dipasang oleh perusahaan yang memiliki surat ijin instalatur
  • Memiliki surat ijin pemasangan
  • Pemasangan diawasi oleh supervisor yang kompeten dan memiliki SIO (Surat Ijin Operasi) penyelia pengawas pemasangan lift
  • Pemasangan dilaksanakan oleh teknisi yang memiliki SIO adjuster.
  • Dilaksanakan pemeriksaan dan pengujian oleh perusahaan riksa uji (PJK3 Riksa Uji) dan disahkan oleh pengawas yang ditunjuk sebelum pesawat tersebut dipakai.
  • Pengoperasian
Setelah pesawat lift selesai dipasang dan telah memiliki surat ijin pemakaian lewat serangkaian riksa uji, maka pesawat lift tersebut layak untuk digunakan. berikut ini hal-hal yang perlu dilaksanakan agar pengoperasian pesawat lift dapat berjalan dengan baik dan aman (setiap saat).
  • Pengoperasian dikelola dan diawasi oleh teknisi yang kompeten dan memiliki SIO sebagai penyelia pengawas operasi lift.
  • Dipergunakan dan dioperasikan dengan benar
  • Dirawat dan diperbaiki secara benar oleh teknisi yang kompeten dan memiliki SIO perawatan dan perbaikan
  • Memiliki manajemen kondisi darurat

Demikian kira-kira sedikit pembahasan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam lingkungan kerja Lift. Sebenarnya masih banyak materi-materi yang berhubungan namun pembahasannya akan disambung dalam posting berikutnya. Terimakasih.

10 August 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Pembinaan K3

Posting langsung dari acara Pembinaan K3 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta tanggal 9-11 Agustus 2009. Yang diadakan di hotel Karwika Cisarua Bogor.

Persiapan untuk berangkat, dan tetek bengeknya dari jam 8 pagi. Kemudian berangkat 8 orang dari beberapa kompleks mulia group yang seharusnya 19 orang. Sisanya karena rumahnya sekitar daerah Bogor, memilih untuk berangkat sendiri-sendiri. Tadinya aku pikir mau naik motor saja. Tapi ya kesepakatan bersama akhirnya diputuskan untuk naik kereta saja biar cepat. Maksudnya lebih cepat dari mobil. Kemudian berangkat juga naik bus ke stasiun cawang jam 8.30, langsung beli tiket kereta dan ngga lama kereta datang. Hmmm... Pengalaman pertama naik kereta listrik ekonomi nih. Norak.

Kereta listrik? Ekonomi? Sebelumnya cuma bisa bayangin waktu temen-temen pada cerita-cerita, lihat berita di televisi dan ya belum terfikir sebelumnya untuk punya niat naik kereta itu. Ketika datang KRL jurusan jakarta-bogor itu langsung tercium aromanya. Citarasa Indonesia yang kental dan sedikit keindahan dari pencitraan berbagai dimensi tentang tumpuk-tumpukan dan tumpang-tindih penumpang yang berdesak-desakan. Aku juga larut dan baru sadar bahwa kereta sudah mulai jalan ketika aku baru mengayunkan tangan untuk meraih hanger yang ada di pintu. Begitu sesaknya sampai aku harus ditarik oleh temenku yang sudah ada di dalam lebih dulu. Huh... Belum berakhir di situ saja. Sesak dan himpitan dari penumpang yang berjejal membuat pening ditambah keringat dan bau ketiak yang mau ngga mau diterima dengan lapang dada. Indah. Satu lagi pengalaman di depan mata aku saksikan langsung yaitu Copet. Tepat di depanku waktu itu selepas dari stasiun depok seorang pria yang penampilannya menurutku mencurigakan dengan mulut yang terus mengunyah permen karet, bagpack di depan dada, dengan santai tanpa bergantung pada hanger 1 tangan pun, karena tangannya beroperasi. Tepat di depanku, sekali goyang langsung srett... Tanpa disadari orang di sekitarnya, satu orang di depannya dompetnya berpindah kantong. Uh... Tak terbayang sebelumnya akan benar-benar melihat hal seperti itu. Tak ada yang bisa aku lakukan selain turun dari kereta setelah disentuh pundakku oleh teman-teman dan tersadar kereta berhenti di stasiun Bogor.
Dari stasiun kereta jam 10.37 istirahat beli air minum, langsung carter mobil ke hotel. Aku pikir dekat. Eh balik arah terus muter lagi lewat jalan tol lg. Hehh... Macet? Ya iyalah hari Minggu di puncak.

Akhirnya sampai hotel jam 12, langsung disambut pengelola hotel. Tadinya niat sampai hotel langsung tidur. Ngantuk ngga ketulungan. 24 jam mata sudah over hour banget. Tapi harus ditunda dulu karena ada yang lebih urgent tanpa order nih. Makan siang. Hualah ... Cari warung makan jalan kaki lagi ke depan ke jalan raya mungkin lebih 400meter dari hotel.

Perut kenyang, baru mulai merebahkan badan. Uh,.. Lumayan, lumayan bisa tidur sebentar. Tepat jam 8 acara pembukaan dimulai setelah makan malam. Acara pelatihan dibuka oleh kepala disnakertrans Jakarta bp. H Deded.
Setelah itu, lanjutkan... Tidur Lagi.

06 August 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Sengatan Listrik dan P3K

Sengatan listrik terjadi apabila arus listrik mengalir melalui tubuh. Tubuh manusia lebih dari 60% terdiri dari cairan sehingga sangat memungkinkan untuk menjadi konduktor atau listrik yang cukup bagus. Akibat tersengat listrik adalah terbakar, kerusakan organ, masalah pada jantung dan peredaran darah dan dapat mengakibatkan kematian.

Tanda-tanda dan gejala:
  • Terkejut, rasa geli, terjadi perubahan dalam pandangan, ucapan, dan dalam perasaan.
  • Terbakar dan luka terjadi karena listrik masuk dan keluar melalui tubuh.
  • Tubuh serasa tidak dapat digerakkan dengan normal. Sesak nafas, jantung berdenyut tidak beraturan.
  • Tidak sadar

Penyebab:
  • Menyentuh tegangan listrik, kabel tanpa isolasi, sumber-sumber listrik seperti outlet atau stop kontak.
  • Menyentuh langsung orang yang tersengat listrik.
  • Tersambar petir (lebih dari 30 juta volt).

Saat terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan yaitu tersengat listrik atau kejutan listrik pada teman, saudara atau siapapun di dekat anda, setelah membaca blog ini usahakan untuk dapat memberikan pertolongan pertama pada korban.

Apa yang harus dilakukan?

Pertama Matikan sumber listrik jika memungkinkan. Jika tidak, putuskan hubungan antara sumber listrik dengan korban menggunakan benda yang kering bukan logam jangan menyentuh korban secara langsung karena kemungkinan arus listrik akan mengalir pada tubuh anda juga.
Kedua Periksa tanda-tanda pernafasan, denyut jantung, dan pergerakan korban.
Ketiga Panggil bantuan di sekitar tempat kejadian.
Keempat Jika korban bernafas dan denyut nadi berhenti lakukan CPR (pemberian nafas buatan).
Kelima Jika bernafas dan sadar, pulihkan atau cegah shock dengan posisi kepala lebih rendah dari anggota badan yang lain dan kaki agak diangkat lebih tinggi.
Terakhir Lihat luka bakar jika terjadi, lindungi luka dengan pembalut steril jika ada atau menggunakan kain yang bersih. Jangan menggunakan kain yang berserat longgar seperti handuk, kain wool, atau selimut karena seratnya akan menempel pada luka tersebut.

Tingkat bahaya kejutan listrik tergantung pada seberapa tinggi tegangan listrik tersebut, bagaimana arus mengalir melalui tubuh, kebugaran korban dan seberapa cepat korban dirawat.

Terbakar oleh listrik mungkin terjadi walaupun kecil atau tidak terlihat sama sekali, tetapi kerusakan pada sel-sel di bawah kulit yang disebut luka dalam sering terjadi ketika terkena kejutan listrik. Jika lebih kuat arus listrik yang mengalir melalui tubuh, kerusakan organ-organ dalam juga dapat terjadi misalnya denyut jantung terganggu. Kadang juga cedera lain terjadi ketika kita terpental kemudian jatuh.

Pencegahan:
  • Laporkan kepada PLN (Perusahaan Listrik Negara) apabila menemukan atau melihat kabel distribusi atau tiang listrik jatuh atau putus.
  • Pasang pengaman arus bocor pada instalasi rumah menggunakan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) sehingga jika terjadi kebocoran arus atau bahasa mudahnya jika kabel putus mengenai lantai basah atau air, alat tersebut akan memutuskan arus listrik.
  • Periksa dan ganti kabel-kabel instalasi listrik rumah apabila sudah tidak layak atau rusak .
  • Jangan menghidupkan atau mematikan atau menyentuh peralatan listrik apapun saat tangan, atau badan basah, atau sebagian tubuh berada di air.
  • Untuk Outlet yang jaraknya dengan lantai kurang dari satu meter atau berada di luar rumah, gunakan outlet yang bertutup.
  • Sebelum memperbaiki instalasi listrik keluarkan sekring dari kotak sekring atau turunkan MCB di bawah KWh meter anda. Jangan hanya mematikan switch atau sakelar saja.
  • Pasang tanda bahaya pada tempat-tempat yang beresiko tersengat listrik.

ref: American Institute for Preventive Medicine

03 August 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Lampu Fluorescent


Lampu fluorescent atau di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan lampu TL dan tidak jarang kita juga mendengar sebagai lampu neon. Lampu Fluorescent atau lampu pendar berbeda dengan lampu neon. Kemudian entah apa kepanjangan dari "TL" tidak saya temukan jawaban yang paling tepat sampai Google juga tidak menemukannya, mungkin dan menurut saya kepanjangannya Tube Lamp (Lampu Tabung) tapi lampu pijar juga pakai tabung... lampu halogen juga ada yang pakai tabung kan. Tapi sudahlah... Yang jelas lampu Fluorescent atau TL adalah jenis lampu yang di dalam tabungnya terdapat sedikit mercury dan gas argon dengan tekanan rendah, serbuk phosphor yang melapisi seluruh permukaan bagian dalam kaca tabung lampu tersebut. Tabung ini mempunyai dua elektroda pada masing-masing ujungnya. Oh ya... elektroda maksudnya adalah kawat pijar sederhana. Saat kita menyalakan lampu, arus mengalir pada elektroda kemudian elektron-elektron di dalamnya akan berpindah tempat dari ujung yang satu ke ujung tabung yang lain. Energi listrik ini juga merubah mercury dari cairan menjadi gas sehingga pada saat bersamaan atom mercury yang berupa gas ini akan tertabrak oleh elektron. Tabrakan ini menyebabkan energi elektron meningkat. Ketika energi elektron kembali normal saat itulah elektron-elektron itu melepaskan energi menjadi cahaya ringan.

Pengoperasian lampu fluorescent membutuhkan setidaknya tabung lampu fuorescent, starter, dan ballast dan opsional ditambah dengan kapasitor untuk memperbaiki faktor daya yang ditimbulkan ballast sebagai induktor. Starter merupakan komponen bimetal yang dibangun di dalam sebuah tabung vacuum yang biasanya diisi gas neon. Starter berguna untuk start-up sebagai switch untuk memanggil ballast agar mengeluarkan spike tegangan tinggi sehingga elektron dalam tabung bergerak dari elektroda satu ke elektroda yang lainnya. Hal ini terjadi berulang-ulang sampai elektroda dialiri arus
yang cukup sehingga kadang atau sering kita melihat lampu ini berkedip saat pertama dinyalakan.

Lampu Fluorescent saat ini sudah sangat luas penggunaannya baik untuk penerangan rumah tinggal maupun industri dan perkantoran. Lampu jenis ini termasuk dalam kategori Lampu Hemat Energi (LHE) faktor utamanya yaitu intensitas cahaya yang dikeluarkan lebih tinggi daripada lampu pijar (Incandescent Lamp) dalam hitungan watt yang sama. Kelebihan yang lain yaitu usia pakai cukup panjang rata-rata produsen mengKlaim sampai 20ribu jam pemakaian. Bidang pencahayaan lebih luas dibanding dengan lampu pijar ataupun halogen. Temperatur lampu lebih rendah. Selain itu produknya bermacam-macam jenis, bentuk dan warnanya. Warna dari lampu TL ini banyak juga macamnya. Istilah yang biasa kita temukan pada bungkus lampu yang kita beli menentukan warna dan warna yang dikeluarkan oleh sang lampu. Berikut contohnya :
  • Warm /827 biasa digunakan di Hotel, restauran, dan Mall.
  • Warm white /830 biasa digunakan di perkantoran, sekolah, gedung olahraga, dan di pertokoan.
  • Cool /840 /33 biasa digunakan di rumah tinggal, gedung olahraga, Industri dan Mall serta rumah sakit.
  • Daylight /860 /54 biasa digunakan untuk dekorasi, industri khusus misalnya kertas dan percetakan.
Masih banyak lagi untuk lampu-lampu yang khusus dengan warna yang khusus misalnya untuk aquarium, lampu ultraviolet (germidical lamp) yang berguna untuk anti bakteri dan juga penghasil ozon untuk mensterilkan air mineral.
Berikut adalah jenis-jenis lampu fluorescent yang dibedakan dari bentuknya:

  • Linear fluorescent
Lampu TL panjang itulah sebagian besar orang menyebut lampu ini. Ini adalah lampu fluorescent klasik dan menurut sejarahnya, lampu ini diperkenalkan sejak tahun 1950 lima tahun setelah Indonesia merdeka.
  • Non-Linear fluorescent
Jenis yang satu ini bentuknya ada yang lingkaran, letter "U", dan ada juga yang berbentuk panel modul seperti papan.
  • Compact Fluorescent (CFL)
Lampu ini dibagi dua jenis lagi yakni self-ballasted atau ballast yang sudah terinstall di dalam rangkaian lampu sehingga tinggal pakai seperti yang sekarang banyak kita jumpai sebagai lampu SL yang dapat langsung dipasang pada fitting ulir biasa. Satu lagi lampu CFL yang haris memasangkan dengan ballast sendiri dan fitting khusus seperti linear fluorescent / TL namun yang satu ini bentuknya sangat ringkas dan kecil.



Seperti halnya manusia semua tidak ada yang sempurna. Begitu pula lampu fluorescent. Kita bahas mengenai kekurangan dan kelemahan lampu fluorescent ini. Nomor satu pasti harga lampu yang tinggi kemudian ballast konvensional berupa kumparan induksi magnetik selain mempengaruhi harga juga sering merugikan ketika terjadi minor fault mengakibatkan suara mendengung, namun hal ini bisa diatasi dengan menggantinya dengan menggunakan ballast elektronik. Hal lain yang menjadi kelemahan
selanjutnya adalah masalah limbah lampu fluorescent yang banyak pihak menyebutkan limbah lampu ini mengandung banyak unsur gas beracun dan mercury atau air raksa selain dari serbuk phosphor. Meskipun saat ini ada program daur ulang lampu jenis fluorescent ini namun belum ada di Indonesia. Bahkan penanganan limbahnya masih bercampur dengan limbah rumah tangga lainnya.



Sedikit tips saat menghadapi dan menemukan lampu TL yang pecah, gunakan sarung tangan karet, bersihkan area tempat lampu pecah tersebut dengan menggunakan lap kain basah karena serbuk phosphor yang tumpah mengandung mercury sehingga tidak akan bersih kalau menggunakan sapu atau vacuum cleaner. Seteah itu pecahan kaca dan kain yang tadi digunakan untuk membersihkan dimasukkan ke dalam plastik dan jangan dicampur dengan sampah yang lain.

Teknologi terbaru lampu fluorescent untuk menghindari kecelakaan akibat lampu yang pecah, beberapa produsen lampu sudah mengembangkan lampu fluorescent dengan proteksi menggunakan plastik polycarbonate sebagai casing sehingga melindungi phosphor dan potongan kaca ketika lampu pecah.


25 July 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Tips Menghemat Energi

Terimakasih kepada Tuhan karena kita dilahirkan dan hidup di jaman modern seperti ini dimana kita bisa merasakan suasana nyaman dan hampir segala hal bisa dibuat praktis. Hal tersebut dimungkinkan karena energi listrik. Hampir segala kebutuhan kita tergantung oleh listrik yang dapat diubah menjadi energi-energi yang kita butuhkan misalkan cahaya dari lampu, panas dari dispenser, dingin dari AC, suara dari stereo set kita, dan lain sebagainya. Semua energi yang dikeluarkan tentu saja membutuhkan biaya, termasuk juga dengan energi listrik. Setiap bulan kita membayar untuk pemakaian energi listrik bulan yang lalu. Penghitungan pembayarannya berdasarkan tenaga listrik (watt) yang digunakan selama kurang lebih 720 jam dalam satu bulan (30hari x 24jam) atau disebut watthour yang diukur oleh peralatan yang disebut KWh (Kilo Watt hour) meter.


Kiat Menghemat Energi Listrik di Rumah Tangga

Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan menumbuhkan sikap hemat energi listrik di rumah tangga, antara lain :

Menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan. Rumah Tangga kecil misalnya, cukup dengan daya 450 VA atau 900 VA, rumah tangga sedang cukup dengan daya 900 VA hingga 1300 VA.

Memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai kebutuhan.
Membentuk perilaku anggota rumah tangga yang hemat listrik, seperti: Menyalakan alat-alat listrik hanya saat diperlukan. Menggunakan alat-alat listrik secara bergantian. Menggunakan tenaga listrik untuk menambah pendapatan rumah tangga (produktif).
Memelihara peralatan listrik, sering melakukan pemeriksaan setiap peralatan listrik yang digunakan, karena usia pakai peralatan listrik juga menentukan tinggi rendahnya penggunaan energi listrik.

Langkah-langkah Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Tangga Dalam Menghemat Pemakaian Energi Listrik

PENGHEMATAN ENERGI PADA PENERANGAN

  • Padamkan lampu apabila ruangan tidak dipakai.
  • Padamkan lampu pada siang hari.
  • Kurangi penerangan listrik yang berlebihan.
  • Atur letak perabot agar tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan.
  • Menyalakan lampu halaman/taman bila hari benar-benar telah mulai gelap.
  • Matikan lampu halaman/taman bila hari sudah mulai terang kembali.

PENGHEMATAN ENERGI PADA TATA UDARA
  • Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
  • Gunakan kapasitas AC yang tepat dan efisien.
  • Gunakan pengatur waktu (timer) agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan.
  • Kontrol temperature dengan termostat.
  • Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
  • Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup agar kelembaban cukup rendah.
  • Hindari menempatkan sesuatu yang menghalangi sirkulasi udara.
  • Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur.
  • Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
  • Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung, agar efek pendingin tidak berkurang.
  • Matikan AC bila ruangan kosong dalam jangka waktu relatif lama.

PENGHEMATAN ENERGI PADA POMPA AIR

  • Gunakan bak penampungan air (menyimpan air di posisi atas).
  • Gunakan pelampung air di penampungan.
  • Gunakan air secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran dan pipa.
  • Sering terjadi pompa bekerja terus menerus, padahal tidak ada pemakaian. Penyebabnya adalah sebagai berikut :
  1. Relay tekanan ( pressure switch ) tidak bekerja.
  2. Instalasi pipa air di dalam bangunan ada yang bocor.
  3. Kran air tidak ditutup sempurna atau rusak.

PENGHEMATAN ENERGI PADA MESIN CUCI

  • Menggunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas.
  • Kapasitas berlebih mengakibatkan perlambatan perputaran mesin dan menambah beban pemakaian listrik.
  • Kapasitas yang kurang menyebabkan tidak efisien, karena mesin cuci tersebut menggunakan energi yang sama.
  • Gunakan pengering hanya pada cuaca mendung/hujan. Bila cuaca cerah, sebaiknya memanfaatkan sinar matahari.

PENGHEMATAN ENERGI PADA LEMARI PENDINGIN

  • Memilih lemari es dengan ukuran / kapasitas yang sesuai.
  • Pintu lemari es ketika menutup harus selalu tertutup rapat.
  • Isi lemari es harus sesuai dengan kapasitas (Jangan terlalu sesak).
  • Tempatkan lemari es jauh dari sumber panas (kompor, sinar matahari langsung).
  • Tempatkan lemari es min. 15 cm dari tembok, agar sirkulasi udara ke kondensor baik.
  • Hindari penempatan bahan makanan / minuman yang masih terlalu panas.
  • Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan. Karena semakin rendah temperatur ,semakin banyak energi listrik yang digunakan.
  • Ganti karet isolasi pada pintu / kabinet secepatnya apabila rusak.
  • Membersihkan kondensor ( terletak dibelakang lemari es ) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan dengan baik.
  • Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.

PENGHEMATAN ENERGI PADA SETRIKA

  • Atur penggunaan tingkat panas yang disesuaikan dengan bahan yang diseterika (sutera, wol, polyster, katun dan sebagainya).
  • Bersihkan sisi besi bagian bawah seterika secara teratur agar penghantaran panas berlangsung baik
  • Menyeterika sekaligus banyak jangan hanya satu atau dua potong pakaian.
  • Mematikan seterika bila akan ditinggal cukup lama.

PENGHEMATAN ENERGI LAINNYA
  • Kurangi pemakaian listrik pada waktu beban puncak pada jam 18.00 - 22.00.
  • Gunakan Peralatan Listrik Hemat EnergiMatikan magic-jar atau magic-com bila nasi sudah tersisa sedikit karena listrik untuk menghangatkan nasi menjadi sia-sia.
  • Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta perlatan audio visual lainnya, bila tidak ditonton atau didengarkan.
  • Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.
  • Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan tusuk kontak.
  • Nyalakan water heater 20 menit sebelum air panas digunakan
  • Bersihkan secara periodik kaca jendela. Kaca jendela yang bersih akan meneruskan cahaya lebih banyak.
  • Bersihkan secara periodik bola lampu / tabung lampu beserta reflektornya agar supaya bersih agar tidak mengurangi cahaya.

Sumber : PT PLN Distribusi Bali

21 July 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Lampu Halogen




Lampu halogen diperkenalkan ke publik pada tahun 1959. Lampu halogen pada dasarnya adalah lampu pijar yang diperbaiki prosesnya. Isi di dalam tabungnya selain filamen wolfram, ada juga material berupa gas dan unsur halogen yang menjaga bola lampu bersih dan keluaran cahayanya tetap konstan. Fungsi utama halogen dalam lampu adalah untuk mengembalikan wolfram yang menguap ke permukaan filamen melalui pemanasan dengan temperatur tinggi. Proses daur ulang ini memperpanjang umur dari filamen wolfram dan membuat lampu halogen menghasilkan cahaya lebih terang. Suhu bola lampu jenis halogen ini umumnya lebih panas daripada lampu pijar biasa.
Pengaplikasian lampu halogen pada rumah tinggal, umumnya digunakan lampu medium yang membutuhkan voltase berkisar antara 300 volt sampai 12 volt. Bagus digunakan untuk lampu sorot karena sangat fokus sinarnya seperti dibutuhkan pada lukisan da sebagainya.Dapat digunakan dengan dimmer system, namun sangat rentan apabila digunakan dengan frekuensi on-off yang tinggi atau sering hidup-mati.
Lampu halogen berada di antara lampu pijar dan lampu flourescent dalam hal efisiensi energi. Hal ini dikarenakan lampu halogen menggunakan filamen wolfram dengan halogen sehingga lebih hemat daripada lampu pijar tapi tidak lebih hemat dari lampu flourescent.Umur lampu halogen jenis medium sekitar 2 tahun untuk pemakaian 4 jam sehari.

18 July 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Lampu

Lampu adalah sumber cahaya buatan untuk penerangan. Bola lampu dan jenis-jenis lampu terus berevolusi sampai sekarang. Jenisnya sangat banyak sekali diantaranya lampu flourescent, lampu pijar, lampu halogen, lampu LED, dll.

Pemilihan Lampu memerlukan suatu analisa. Spesifikasi meliputi tenaga lampu ( jumlah watt), usia lampu, panjang fisik lampu, temperatur warna dari cahaya yang dipancarkan. Beberapa lampu ada tersedia dengan corak tambahan seperti disain ringkas, reflektor, kawat pijar ganda, tahan banting, dan bahkan dengan pendingin air. tambahan-tambahan seperti ini hanya disediakan oleh produsen lampu tertentu.

Lampu pijar

Awal mula lampu adalah bola lampu pijar yang diperkenalkan kepada publik pada 30 Desember 1879 oleh Thomas Alva Edison.
Lampu pijar adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan melalui penyaluran arus listrik pada filamen yang kemudian membara. Kaca yang menyelubungi filamen itu, untuk menghindari kerusakan filamen akibat oksidasi yang ditimbulkan oleh oksigen (wiki).
Bola lampu dengan filamen wolfram yang berpijar, sampai sekarang masih diproduksi dan masih juga digunakan. Meskipun jenis lampu ini mulai ditinggalkan dengan alasan membutuhkan tenaga listrik yang lebih besar untuk mencapai tingkat ke-terang-an cahayanya jika dibandingkan dengan jenis lampu lain seperti flourescent, atau LED.
Penyebab yang lain yaitu, jenis lampu ini semakin besar daya (watt) nya, maka semakin tinggi pula panas yang ditimbulkannya. Hal ini disebabkan oleh filamen yang menghasilkan cahaya pada intinya adalah kawat yang membara. Jadi semakin besar filamen nya, semakin terang lampunya, dan semakin besar konsumsi dayanya.
Bahkan menurut inilah.com lampu pijar punah 5 tahun lagi. Sedikit inti beritanya sebagai berikut:
Pasar lampu pijar semakin merosot hingga tinggal 10% saja dan akan terus turun secara signifikan 2 sampai 3 tahun mendatang. Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia mencatat produsen lampu pijar nasional mengalihkan produksinya ke pasar ekspor karena permintaan dalam negeri yang terus menurun. Produk-produk lampu pijar ini akan diekspor ke Timur Tengah karena wilayah tersebut tidak mengalami masalah krisis energi.



13 July 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Mengenal Peralatan Listrik di Rumah (bagian 2)


Electrical socket outlet (Stop Kontak / Kotak Kontak) Alat yang satu ini berfungsi untuk menyediakan power listrik untuk berbagai macam keperluan perkakas elektronik atau alat yang menggunakan listrik. Batas maksimal arus yang dapat dilewatkan yakni dalam kisaran 10A. Untuk menghubungkannya kita membutuhkan plug atau tusuk kontak yang sesuai dengan jenis dan ukuran socket outlet tersebut. Di Indonesia socket outlet untuk instalasi rumah tinggal menggunakan 2 kontak phasa dan netral, ditambah 2 kontak ground. Pemasangan plug / tusuk kontak harus benar-benar rapat dan kuat agar tidak menimbulkan panas dan kebakaran. Oleh karena itu, tusuk kontak hendaknya disesuaikan dengan outlet yang terpasang dan lengkap dengan ground untuk peralatan yang berbahan metal seperti kulkas, pompa-pompa, computer, dsb. Mengenai pemasangan, socket outlet dapat dipasang di dinding, di meja , atau di lantai. Spesial untuk socket outlet lantai harus menggunakan socket outlet lantai khusus, dan untuk pemakaian outdoor atau di luar ruangan harus menggunakan socket outlet yang berpelindung (lubang kontaknya tertutup). Untuk pemasangan di dinding dengan ukuran sekurang-kurangnya 30 cm dari permukaan lantai. Tips lain mengenai pemakaian outlet hendaknya satu socket outlet hanya untuk satu tusuk kontak, dan hindari pemakaian tusuk kontak yang bertumpuk. Karena tusuk kontak yang bertumpuk sangat riskan menimbulkan panas karena kendur atau kurang pas dengan lubang socket outletnya. Satu lagi, jangan menggunakan roll cable atau extention cable dalam jarak dekat untuk pemakaian dengan waktu yang lama. Karena kabel menggulung yang mengalirkan arus listrik akan menimbulkan panas dan lama kelamaan kabel tersebut terbakar.

Switch (Saklar)

Alat ini digunakan untuk memutuskan jaringan listrik, atau untuk menghubungkannya. Jadi saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Di dalam instalasi rumah biasa digunakan untuk mengoperasikan lampu-lampu, kipas angin, dan lain-lain. Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. Material kontak sambungan umumnya dipilih agar supaya tahan terhadap korosi. Jenis-jenis switch yang biasa digunakan di rumah dibedakan dari jumlah gang atau tuasnya. Ada yang single (satu tuas) untuk melayani satu rangkaian lampu, double (dua tuas) untuk melayani dua rangkaian lampu, dan seterusnya. Switch biasa dipasang di dinding dan letaknya tidak begitu jauh dari pintu suatu ruangan dan tidak tertutup benda apapun. Sehingga memudahkan jangkauan pengoperasian ketika akan memasuki atau meninggalkan ruangan. Ukuran pemasangan sekitar 140-150cm dari permukaan lantai. Sedangkan batas arus yang dapat dilayani oleh satu switch tidak lebih dari 10 Ampere.

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Mengenal Peralatan Listrik di Rumah

Ada baiknya kita mengenal peralatan listrik yang ada di rumah kita. Tujuannya adalah agar kita dapat memahami dan mengenal peralatan tersebut dari namanya, kegunaannya, syukur-syukur cara memperbaiki atau penanganan kalau terjadi gangguan pada peralatan tersebut. Tujuan yang lain adalah kalau kita mengenal minimal tahu namanya dari peralatan listrik itu, suatu saat apabila ada masalah misalnya kita harus memanggil orang atau teknisi untuk memperbaiki kita dapat langsung dengan cepat menyebutkan permasalahannya. Contoh lain yaitu ketika kita harus mengganti sendiri (kalau bisa), dan membeli di toko kita tidak perlu lama-lama menjelaskan kepada pelayan toko nama peralatan yang hendak kita beli. Satu lagi, pada suatu ketika kita sedang membangun rumah atau mengganti instalasi rumah kita kita bisa memeriksa peralatan atau material listrik yang akan dipasang sudah sesuai standar atau belum.

Mengenai standar, di Indonesia ada badan standar nasional (BSN), Lembaga Masalah Kelistrikan (LMK), dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Peralatan listrik yang akan digunakan untuk instalasi harus memenuhi ketentuan Peraturan Umum instalasi Listrik (PUIL)
*ayat 202 A2. Standarisasi peralatan yang ditetapkan oleh badan-badan standar tersebut sebagian besar juga berdasar pada standar internasional. PLN sendiri telah menetapkan standar dengan melakukan survey lapangan langsung dan mengeluarkan semacam sertifikasi untuk setiap pemasangan instalasi rumah baru.

Baiklah kita mulai langsung pembahasannya

1. Kabel Listrik
Untuk instalasi rumah tinggal menurut ukuran biasa menggunakan kabel berpenampang 2,5mm2 untuk power outlet (stop kontak). Kemudian untuk instalasi lampu-lampu menggunakan kabel berpenampang 1,5mm2 .
Kabel yang sering dipakai untuk instalasi rumah tinggal jenisnya antara lain:
  • NYA (Berisolasi PVC penghantar tembaga kawat tunggal)
Kabel ini biasa dipakai untuk instalasi berpipa (conduit) dan harus menggunakan pipa karena isolasinya tunggal (satu lapisan). Tidak baik digunakan untuk instalasi outdoor misal: lampu taman.


  • NYM (Berisolasi PVC berselubung karet penghantar tembaga kawat tunggal)
Warna isolasi terluarnya adalah putih. Tersedia dalam berbagai ukuran yang menentukan jumlah kawat di dalamnya contohnya : 2x1,5mm2, 2x2,5mm2, 3x1,5mm2, 4x2,5mm2 dan lain-lain. Yang menentukan jumlah kawat di dalam kabel adalah angka di depan “x”. Misal 2x1,5mm2 berarti 2 kawat masing-masing berukuran penampang 1,5mm2. Penghantar tembaga kawat tunggal, namun untuk penampang di atas 16mm2 penghantarnya berupa beberapa kawat yang dipilin menjadi satu.
Kabel jenis ini bisa digunakan untuk instalasi dalam rumah tanpa pipa kecuali ditanam dalam tembok. Untuk instalasi dalam tembok harus tetap menggunakan pipa conduit.


  • NYY (Berisolasi PVC berselubung PVC penghantar tembaga kawat tunggal)
Warna isolasi terluarnya hitam. Seperti NYM, kabel ini juga dalam berbagai ukuran penampang dan jumlah kawatnya.
Kabel ini bisa digunakan untuk instalasi indoor maupun outdoor tanpa pipa sekalipun (apabila terpaksa) karena isolasi kabel jenis ini kuat menghadapi berbagai cuaca (
weatherproof). Satu lagi, kabel NYY ini harganya lebih mahal dari jenis-jenis kabel sebelumnya :).

2. KWh (Kilo Watt Hour) meter
Peralatan ini milik PLN dan disegel, gunanya untuk mengukur beban yang dipakai. Berada di luar rumah agar memudahkan petugas pencatat setiap bulannya melakukan pencatatan meter Kwh. Alat ini dilengkapi pembatas arus (
current limiter) berupa MCB yang juga disegel. Tujuan dipasang MCB ini adalah membatasi pemakaian sesuai dengan batas beban saat pertama registrasi atau pemasangan listrik misal 2A untuk daya 450VA, 4A untuk daya 900VA, 6A untuk daya 1300VA, dan sebagainya.



3. Pe
mutus Beban (Fuse / Sekring)
Alat ini adanya setelah Kwh meter milik PLN. Untuk pengaman arus lebih instalasi rumah, digunakan fuse atau sekring atau patron lebur yang apabila terjadi
short (konslet) pada instalasi akan putus dan harus diganti dengan yang baru. Kemudian agar tidak setiap putus ganti baru yang artinya keluar duit lagi untuk beli, maka ada sekring otomatis yang bekerja dengan bimetal dan ada tombol resetnya. Jadi setiap terjadi masalah dalam instalasi, sekring otomatis akan memutuskan arus kemudian untuk mengembalikannya tidak perlu membeli yang baru (kalau tidak rusak) cukup tekan tombol dan listrik di rumah hidup lagi.
Sekring dengan berbagai ukuran yang biasa digunakan untuk instalasi rumah yaitu 2A, 4A, 6A, dan 10A.
Namun sekarang, alat ini mulai ditinggalkan dan digeser oleh MCB karena alasan keamanan (socketnya ulir sering rusak yang menimbulkan panas dan kebakaran) dan kepraktisannya (karena bimetal, setiap memutus beban karena panas sehingga harus menunggu beberapa saat untuk menghidupkannya kembali).

4. Miniatur Circuit Breaker (MCB)
Alat yang berfungsi untuk memutus hubungan listrik bekerja secara otomatis apabila ada arus atau beban lebih (melebihi kapasitas nomilan MCB tsb). Hal ini termasuk juga apabila terjadi short circuit atau hubung pendek atau konslet karena pada saat terjadi short, arus listrik akan melonjak naik. Sebagai pembatas beban, MCB dipasang bersama KWH meter dan disegel oleh PLN biasanya bertuas warna biru. Sedang untuk pengaman instalasi listrik di dalam alat ini bertugas menggantikan sekring biasanya warna hitam pada tuasnya. Untuk pengoperasiannya sangat sederhana yakni menggunakan tuas naik (
on) dan turun (off).
Ukuran MCB sama seperti sekring ada 2Ampere, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, dst. MCB terdapat berbagai jenis untuk berbagai macam kebutuhan pemutusan arus listrik. Menurut phasa, ada 1phasa, 2phasa, 3phasa, dan menurut jenis peralatan yang akan diproteksi misal: instalasi motor 3phasa, instalasi tenaga, dll masing-masing berbeda jenis dan ratingnya.

Bersambung…

11 July 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Lilin atau Emergency Lamps?


Di Indonesia, kita akan sering berjumpa dengan saat-saat yang gelap. Yaitu saat listrik padam. Entah mendadak ataupun direncanakan oleh PLN dengan pemberitahuan. Apalagi musim penghujan atau mendekati puasa dan lebaran. Alasan dari PLN mungkin tidak lebih dari gangguan atau perbaikan pelayanan jaringan.

Kalaupun pemadaman itu sudah direncanakan, persiapan yang kita lakukan kadang masih saja kurang. Misalkan saja, lilin sudah siap di meja berdekatan dengan korek apinya sehingga mudah dijangkau, atau sudah charging lampu emergency seharian, tetapi ada pula yang terlupa dan disadari ketika sudah terjadi pemadaman. Sudahkah mengisi air di bak tampungan, atau kamar mandi? Dan masih cukupkah? Baik, ini Cuma mengingatkan saja dan pembahasan kita hanya pada lampu emergency.

Ketika mati listrik malam hari (tentu saja, kalau siang tidak begitu perlu menyalakan lampu kan..) pertama kali yang dicari adalah lampu darurat. Bisa berupa lapu teplok, lilin, senter (flash light), atau lampu emergency. Nah mana yang anda pilih? Dan apa yang biasanya anda punya di rumah?

Lampu teplok. Sangat sederhana, mengingatkan saya pada waktu masih SD ketika belum ada Listrik Masuk Desa. Namun saat ini sudah jarang dijumpai karena bahan bakarnya sudah langka (minyak tanah). Jadi tidak usah dibahas hehe...

Liin sangat mudah kita temukan (dibeli) di warung-warung dekat rumah. Harganya murah. Penggunaannya sangat mudah, sekali habis ya sudah. Cuma sedikit kelebihannya. Tapi seperti peralatan-peralatan lainnya, hindarkan dari jangkauan anak-anak. Coba anda ingat berita-berita kebakaran yang sering terjadi tidak sedikit yang sumbernya adalah dari api lilin saat sedang mati listrik. Kadang-kadang adalah karena kecerobohan menyalakan lilin dan diletakkan di tempat-tempat yang rawan atau mudah terbakar misalnya di kusen jendela dekat dengan tirai, di meja dengan taplak kain ataupun plastik, di kursi, bahkan belum lama ini tetangga saya juga terbakar toiletnya karena lilin yang diletakkan di atasnya habis dan membakar tutup kloset yang terbuat dari plastik. Jadi perhatikan kalau menyalakan lilin, tempatkan di tempat-tempat yang kemungkinan terbakarnya sedikit. Misalnya letakkan saja di lantai, atau buatkan tempat yang tidak mudah terbakar atau meleleh seperti logam, atau piring keramik.

Lampu Emergency sangat aman digunakan. Lampu yang belakangan ini sudah sangat banyak dijual di took-toko peralatan listrik, bahkan di supermarket sangat mudah dijumpai. Harganya sudah mulai bersaing dengan banyaknya merk yang ada di pasaran kira-kira 50ribu saja sudah bisa bawa pulang lampu emergency yang standar. Kalau harga dan merk tentu kita sudah paham apa perbandingannya ya. Kemudian yang diperhatikan saat memilih lampu emergency adalah yang pertama yaitu jenis lampu yang digunakan, baterai atau tenaga cadangannya jenis apa. Jenis lampu emergency sekarang menggunakan baterai dengan jenis yang bermacam-macam dan keunggulannya rata-rata sama yaitu free maintenance (bebas perawatan). Kemudian lampu yang digunakan pada lampu emergency tersebut, check dan tanyakan jenisnya apakah lampu halogen, flouressent , bulb, atau LED. Kalau lampunya menggunakan halogen, menurut pengalaman saya lampu tersebut sangat boros tenaga dan juga panas. Untuk jenis lampu selanjutnya boleh dipilih dan check wattage nya, tetapi yang paling hemat listrik atau baterai ya LED (Light Emiting Dioda). Jenis lampu ini tidak menimbulkan panas berlebih, dengan daya sekitar 5 watt setara terangnya dengan lampu biasa 40watt. Kemudian juga dimensi dan desain produk itu bisa ditempatkan seperti apa, apakah digantung, ditempel, dan sebagainya.

Dari serangkaian tulisan ini mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua. Yang jelas, perhatikan keselamatan anda, keluarga, dan lingkungan anda.

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Link Exchange

Ini merupakan halaman khusus untuk bertukar link dan banner. Untuk dapat ditampilkan di sini, silakan sampaikan kode banner anda melalui form di bawah.





Isi form di bawah ini agar kami dapat menampilkan banner blog anda.




Name:



Email Address:



Blog/Site Name:



Blog/Site URL:



Banner Code:




























create form