06 August 2009

Sengatan Listrik dan P3K

Sengatan listrik terjadi apabila arus listrik mengalir melalui tubuh. Tubuh manusia lebih dari 60% terdiri dari cairan sehingga sangat memungkinkan untuk menjadi konduktor atau listrik yang cukup bagus. Akibat tersengat listrik adalah terbakar, kerusakan organ, masalah pada jantung dan peredaran darah dan dapat mengakibatkan kematian.

Tanda-tanda dan gejala:
  • Terkejut, rasa geli, terjadi perubahan dalam pandangan, ucapan, dan dalam perasaan.
  • Terbakar dan luka terjadi karena listrik masuk dan keluar melalui tubuh.
  • Tubuh serasa tidak dapat digerakkan dengan normal. Sesak nafas, jantung berdenyut tidak beraturan.
  • Tidak sadar

Penyebab:
  • Menyentuh tegangan listrik, kabel tanpa isolasi, sumber-sumber listrik seperti outlet atau stop kontak.
  • Menyentuh langsung orang yang tersengat listrik.
  • Tersambar petir (lebih dari 30 juta volt).

Saat terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan yaitu tersengat listrik atau kejutan listrik pada teman, saudara atau siapapun di dekat anda, setelah membaca blog ini usahakan untuk dapat memberikan pertolongan pertama pada korban.

Apa yang harus dilakukan?

Pertama Matikan sumber listrik jika memungkinkan. Jika tidak, putuskan hubungan antara sumber listrik dengan korban menggunakan benda yang kering bukan logam jangan menyentuh korban secara langsung karena kemungkinan arus listrik akan mengalir pada tubuh anda juga.
Kedua Periksa tanda-tanda pernafasan, denyut jantung, dan pergerakan korban.
Ketiga Panggil bantuan di sekitar tempat kejadian.
Keempat Jika korban bernafas dan denyut nadi berhenti lakukan CPR (pemberian nafas buatan).
Kelima Jika bernafas dan sadar, pulihkan atau cegah shock dengan posisi kepala lebih rendah dari anggota badan yang lain dan kaki agak diangkat lebih tinggi.
Terakhir Lihat luka bakar jika terjadi, lindungi luka dengan pembalut steril jika ada atau menggunakan kain yang bersih. Jangan menggunakan kain yang berserat longgar seperti handuk, kain wool, atau selimut karena seratnya akan menempel pada luka tersebut.

Tingkat bahaya kejutan listrik tergantung pada seberapa tinggi tegangan listrik tersebut, bagaimana arus mengalir melalui tubuh, kebugaran korban dan seberapa cepat korban dirawat.

Terbakar oleh listrik mungkin terjadi walaupun kecil atau tidak terlihat sama sekali, tetapi kerusakan pada sel-sel di bawah kulit yang disebut luka dalam sering terjadi ketika terkena kejutan listrik. Jika lebih kuat arus listrik yang mengalir melalui tubuh, kerusakan organ-organ dalam juga dapat terjadi misalnya denyut jantung terganggu. Kadang juga cedera lain terjadi ketika kita terpental kemudian jatuh.

Pencegahan:
  • Laporkan kepada PLN (Perusahaan Listrik Negara) apabila menemukan atau melihat kabel distribusi atau tiang listrik jatuh atau putus.
  • Pasang pengaman arus bocor pada instalasi rumah menggunakan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) sehingga jika terjadi kebocoran arus atau bahasa mudahnya jika kabel putus mengenai lantai basah atau air, alat tersebut akan memutuskan arus listrik.
  • Periksa dan ganti kabel-kabel instalasi listrik rumah apabila sudah tidak layak atau rusak .
  • Jangan menghidupkan atau mematikan atau menyentuh peralatan listrik apapun saat tangan, atau badan basah, atau sebagian tubuh berada di air.
  • Untuk Outlet yang jaraknya dengan lantai kurang dari satu meter atau berada di luar rumah, gunakan outlet yang bertutup.
  • Sebelum memperbaiki instalasi listrik keluarkan sekring dari kotak sekring atau turunkan MCB di bawah KWh meter anda. Jangan hanya mematikan switch atau sakelar saja.
  • Pasang tanda bahaya pada tempat-tempat yang beresiko tersengat listrik.

ref: American Institute for Preventive Medicine

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment